SELAMAT DATANG DI ETNIK SUGITAMA ENGINEERING ELECTRICAL DESIGN AND SERVICES AUTOMATION ...TERIMAKASIH!!!
Tampilkan posting dengan label Teori Dasar Listrik. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Teori Dasar Listrik. Tampilkan semua posting

12 Agustus 2013

Rumus Perhitungan Daya Aktif atau daya nyata (Watt), Daya Reaktif (VAR) dan Segitiga Daya

Etnik Sugitama Engineering

1. Daya Aktif (WATT)
Untuk tenaga listrik nyata (wujud) yang dikeluarkan oleh arus bola-balik yang mempunyai fasa φº dengan tegangan bolak-balik yaitu :

Tenaga Watt (W) = E x I x cos φ.

Dalam jumlah usaha nyata/wujud yang dilakukan oleh arus dan tegangan bolak-balik dengan fasa φº yaitu sebesar :

A = E x I x t x cos φ dalam satuan joule

Cos φ (dibaca cosinus phi) dinamakan factor kerja (Power factor).


2. Daya Reaktif (VAR)
Adalah daya yang secara electrik bisa diukur, Secara vektor merupakan penjumlahan dari vektor dari perkalian E x I dimana arus mengalir pada komponen resistor sehingga arah vektornya searah dengan tegangan (referensinya), dan vektor yang arah 90º terhadap tegangan, tergantung pada beban seperti induktif atau capasitif. Biayanya daya yang searah dengan tegangan disebut dengan daya aktif sedangakan yang lain disebut dengan daya reaktif.

Untuk tenaga listrik reaktif yang dikeluarkan oleh arus bola-balik yang mempunyai fasa φº dengan tegangan bolak-balik yaitu :

Tenaga reaktif (VAR) = E x I x sin φ.

3. Segitiga Daya
Dari hal tsb diatas maka daya listrik digambarkan sebagai segitiga siku, yang secara vektoris adalah penjumlahan daya aktif dan reaktif dan sebagai resultantenya adalah daya semu atau daya buta.

untuk info dan pemesanan segala jenis panel switch board, panel kontrol listrik, feeder,PLC dan automation
silahkan hubungi 
ETNIK SUGITAMA ENGINEERING
Up : Yoto Sugiarto
Hp : 0813 8080 9171
email : yoto.esm@gmail.com


Rumus Perhitungan Arus Bolak Balik

Etnik Sugitama Engineering

untuk arus bolak-balik diketahui :
e = Em. sinωt
dan
i = Im. sinωt.
maka :
P (W) = e x i
P (W) = Em. sinωt x Im. sinωt
P (W) = Em. Im. sin2ωt
diketahui :

dengan meratakan garis lengkung menjadi garis AB yang merupakan garis sumbu nol grafik cosinus, sehingga terdapat jajaran siku OABC yang luasnya sama dengan luas abcde (luas bidang arsir) dengan tinggi :


Jadi kuat arus (I) yang sefasa demgam tegangan (E) akan menghasilkan daya listrik yang satuannya Watt.

untuk info dan pemesanan segala jenis panel switch board, panel kontrol listrik, feeder,PLC dan automation
silahkan hubungi 
ETNIK SUGITAMA ENGINEERING
Up : Yoto Sugiarto
Hp : 0813 8080 9171
email : yoto.esm@gmail.com

Pengertian Hukum KIRCOFF

Etnik Sugitama Engineering

Pada setiap rangkaian listrik, jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di satu titik adalah nol (ΣI=0).


Jadi :
I1 + ( -I2 ) + ( -I3 ) + I4 + ( -I5 ) = 0
I1 + I4 = I2 + I3 + I5

untuk info dan pemesanan segala jenis panel switch board, panel kontrol listrik, feeder,PLC dan automation
silahkan hubungi 
ETNIK SUGITAMA ENGINEERING
Up : Yoto Sugiarto
Hp : 0813 8080 9171
email : yoto.esm@gmail.com

Pengertian Hukum Ohm

Etnik Sugitama Engineering

Pada suatu rangkaian tertutup:

Besarnya arus I berubah sebanding dengan tegangan V dan berbanding terbalik dengan beban tahanan R, atau dinyatakan dengan Rumus :


Contoh :
Suatu beban yang mempunyai tahanan R = 100 Ω, dihubungkan kesumber tegangan ( V ) yang besarnya 220 Volt.
Berapa besar arus ( I ) dan daya (P) yang mengalir pada rangkaian tersebut?.
Jawab :

Besar Arus (I) yang mengalir:

I=V/R
I=220/100
I=2,2 A

Daya (P) :
P = I x V
P = 2,2 x 220
P = 484 Watt

untuk info dan pemesanan segala jenis panel switch board, panel kontrol listrik, feeder,PLC dan automation
silahkan hubungi 
ETNIK SUGITAMA ENGINEERING
Up : Yoto Sugiarto
Hp : 0813 8080 9171
email : yoto.esm@gmail.com


23 Maret 2013

Teori Dasar Listrik - Mengenai Arus Searah

Etnik Sugitama Engineering


PENGENALAN ARUS SEARAH.

1.1. Generator arus searah.
Adalah mesin pengubah energi mekanik menjadi energi listrik, sedangkan penggerak dari generator disebut prime mover yang dapat berbentuk turbin air, uap, mesin diesel dll.
Prinsip kerjanya adalah berdasarkan hokum Faraday dimana konduktor memotong medan magnit dan emf atau induksi akan timbul beda tegangan dan adanya komutator yang dipasang pada sumbu generator maka pada terminal generator akan terjadi tegangan searah.

1.2. Batere atau Accumulator.
Batere atau akumulator adalah sebuah sel listrik dimana didalamnya berlangsung proses elektrokimia yang reversibel ( dapat berbalikan ) dengan efisiensinya yang tinggi. Yang dimaksud dengan proses elektrokimia reversibel, adalah didalam batere dapat berlangsung proses pengubahan kimia menjadi tenaga listrik ( proses pengosongan ), dan sebaliknya dari tenaga listrik menjadi tenaga kimia ( pengisian kembali dengan cara regenerasi dari elektroda-elektroda yang dipakai, yaitu dengan melewatkan arus listrik dalam arah ( polaritas ) yang berlawanan didalam sel.
Tiap sel batere ini terdiri dari dua macam elektroda yang berlainan, yaitu elektroda positif dan elektroda negatif yang dicelupkan dalam suatu larutan kimia.

1.3. Arus Listrik:
adalah mengalirnya electron secara kontinyu pada konduktor akibat perbedaan jumlah electron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere.
1 ampere arus adalah mengalirnya electron sebanyak 628x1016 atau sama dengan 1 Coulumb per detik meliwati suatu penampang konduktor.

1.4. Kuat Arus Listrik.
Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu.
Difinisi : Amper adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik.
1 (satu) Coulomb = 6,28 x 1018 electron
Difinisi : rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm2 luas penampang kawat
Tahanan difinisikan sbb :
1 (satu Ohm / Ω) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0º C.
Daya hantar didifinisikan sbb :
Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik.
Tahanan pengahantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya.
faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistance, karena tahanan suatu jenis material sangat tergantung pada :
• panjang tahanan
• luas penampang konduktor.
• jenis konduktor
• temperatur.

1.5. potensial.
potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda potensialnya. dari haltsb diatas kita mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering disebut potential difference. satuan dari potential difference adalah Volt.

semoga bermanfaat

salam
Admin

untuk info dan pemesanan segala jenis panel switch board, panel kontrol listrik, feeder,PLC dan automation
spare part silahkan hubungi 
ETNIK SUGITAMA ENGINEERING
Up : Yoto Sugiarto
Hp : 0813 8080 9171
email : yoto.esm@gmail.com